manjdah wajjadah

Sabtu, 03 Desember 2011

Benarkah akuan mu, wahai insan yang mengaku mencintaiku..

Bismillahirrahmanirrahim..



satu pertanyaanku untukmu..

benarkah kau mencintaiku kerana ALLAH?..

Adam..

Jika kau mencintaiku kerana Allah jangan dekati aku

Jika kau mencintaiku kerana Allah jangan menggodaku

Jika kau mencintaiku kerana Allah jangan merayuku

Jika kau mencintaiku kerana Allah jaga izzahmu denganku

Jika kau mencintaiku kerana Allah jangan menyentuhku

Jika Mencintaiku kerana Allah jagalah hatimu dan hatiku agar tetap Mencintai-Nya.

Jika kau mencintaiku kerana Allah jangan menjadikan aku kekasihmu

Jika kau mencintaiku kerana Allah pilihlah jalan yang Allah redhai untuk mendapatkan hatiku

Jika kau mencintaiku kerana Allah, menjauhlah jika kau tahu aku belum siap menerima pinanganmu.

Jika kau mencintaiku kerana Allah, bersabarlah mengungkapkannya di saat yang tepat.

Jika kau mencintaiku kerana Allah, tak perlu risau andai kita tak dapat bersatu, kerana kita tidak pernah tahu apakah aku sudah baik untukmu dan kau baik untukku menurut Allah.

Jika kau mencintaiku kerana Allah, Yakinlah.

Jika aku memang di takdirkan Allah menjadi bidadarimu, kita pasti akan bersatu.

Jangan menodai kesucian cinta hanya karena nafsu semata.

~~~dan, ini jawapanmu padaku~~~

Hawa..

Jika aku seorang lelaki yang mengatakan cinta padamu kerana Allah namun tanpa malu mendekatimu, apa kau tidak merasa takut terjerat padaku?

Jika aku seorang lelaki yang mengatakan cinta padamu kerana Allah namun tanpa malu dengan gatal menggodamu, apa kau tidak merasa risau pada kegatalanku?

Jika aku seorang lelaki yang mengatakan cinta padamu kerana Allah namun tanpa segan merayumu, apakah kau terbuai oleh pujuk rayuku?

Jika aku seorang lelaki yang mengatakan cinta padamu kerana Allah namun tidak boleh menjaga izzah ketika berdekatan denganmu, apakah tidak boleh menolakku dengan perisai malumu?

Jika aku seorang lelaki yang mengatakan cinta padamu kerana Allah namun tanpa berasa berdosa berani menyentuhmu, apakah kau tidak takut Allah murka padamu, masihkah kau percaya pada ucapanku?

Tak curigakah kau padaku? Tak inginkah kau menjauhiku? Atau kerana kau telah terjebak ke dalam jurang cinta nafsu sehingga kau tak mampu menolakku walaupun kau tahu semua ucapanku:

"Mencintaimu Kerana Allah"
adalah palsu.

Ketahuilah Hawa..

Jika aku seorang lelaki sejati yang mencintaimu kerana Allah, aku tidak akan berani menyentuhmu, bahkan hatimu sekalipun.

Kerana aku malu pada Allah jika bayanganku mengacaukan kekhusyukan ibadahmu.

Jika aku seorang lelaki sejati yang mencintaimu kerana Allah, aku tidak akan pernah berani merayumu, menggodamu, bahkan dengan bebas tanpa batas berinteraksi denganmu

Kerana kau belumlah halal bagiku.

Aku malu jika harus membuatmu lebih banyak mengingatku dari pada mengingat-Nya.

Aku malu jika harus menjadi seseorang yang membuat-Nya cemburu padamu kerana kau rela melanggar larangan-larangan-Nya kerana cintamu padaku.

Jika aku seorang lelaki sejati yang mencintaimu kerana Allah, aku tidak akan risau tidak dapat memilikimu kerana tidak mengungkapkan cintaku padamu sekarang walau saat ini aku begitu mengagumimu dan menginginkanmu menjadi bidadariku.

Kerana aku yakin jika engkau memang ditakdirkan untukku, engkau pasti akan menjadi milikku walau aku tidak mengikatmu.

Bukankah jika Allah tidak mentakdirkan kita bersama di ikatpun pasti akan terlepas juga akhirnya?

Jadi untuk apa aku risau?

Hawa.. Sadarlah.!


Jika aku seorang lelaki yang benar-benar mencintaimu kerana Allah,aku hanya akan berani merayumu, menggodamu, dan menyentuhmu setelah engkau halal bagiku

Jumat, 09 September 2011


Tiada Tuhan Tanpa Cinta




Seringkali terpikir setiap mendengar kata atau ucapan cinta/kasih sayang, terbayang hal hal yang mendamaikan hati, indah dan bahagia.
Namun tanpa disadari rasa cinta yang sepihak bisa menyebabkan terjadinya pembunuhan, pencurian, korupsi, pertengkaran, fitnah dan lain hal-hal negatif. Rasa cinta yang sepihak terhadap keluarga, teman, pekerjaan, agama, suku dan lainnya memungkinkan terjadinya hal hal buruk bahkan anarkhis yang justru akan menciderai makna cinta itu sendiri. Cinta bersanding kebencian adalah kerugian besar.

Cinta ternyata meliputi segala sesuatu, disadari atau tidak mengikuti aktifitas dan pikiran kita. Kalau kita tidak mencintai pekerjaan kita, maka rasa enggan akan sering muncul untuk melakukannya. Kita sayang pada badan kita sehingga selalu ingin menjaga kesehatan. Mencari nafkah dan banyak berkorban demi keluarga karena cinta. demikian pula untuk ibadah, bila dilakukan atas dasar Cinta pada Tuhan dan menyadari begitu besar Cinta Tuhan pada kita, maka yang terjadi adalah ketulusan dalam menjalankan ibadah tanpa beban..

Allah meliputi segala sesuatu, seperti halnya cinta..
-CahayaNya adalah kasih sayang melalui Rahmannir Rahim
-Nur Muhammad adalah kasih sayang, melalui Rahmatin lil Alamin
-Kitab Suci adalah cahaya kasih sayang, yang berada dalam dada seorang yang beriman

Tiada agama atau kelompok spiritual tanpa membawa misi Cinta (Kasih Sayang), sejak berabad abad yang lalu sampai sekarang dan yang akan datang, seolah mengisyaratkan bahwa kekuatan Cinta adalah abadi.. Hidup yang memancarkan cinta kepada semua makhluk adalah kehidupan yang lengkap, kaya, indah dan kekuatannya akan terasa terus menerus.

Tiada Iman tanpa Cinta (Muhammad saw), ini tidak main main, Iman seseorang ternyata diukur dari bagaimana kemampuannya mencintai sesama, mencintai lingkungan dan alam sekitar, sebagai makna bahwa seseorang mencintai Sang Maha Pencipta…Maha Cinta

- Dengan cinta yang tulus, akan melunturkan rasa iri, dengki, sombong, emosi, fitnah dan sikap buruk yang lain.   Ini bukti bahwa     dengan cinta jiwa kita akan terbebas dari hal hal negatif, senantiasa damai dan bahagia.
Sebaliknya bila hati sudah kosong dari cinta dipastikan akan menjadi seorang yang biadab karena kemungkinan besar setan iblis yang akan mengisi ruang kosong tersebut..
- Cinta itu bukan pengorbanan, karena ketulusan tidak akan menjadikan seseorang menderita atau merugi. Cinta adalah ikhlas itu sendiri
- Cinta atau kasih sayang merupakan wujud Rasa Syukur kita, mensyukuri segala nikmat-Nya adalah dengan membagi karunia-Nya pada sesama.
Maka tiada arti ungkapan Syukur tanpa kasih saying

Bila ingin menemui-Nya.. Berikanlah Cinta..

Cahaya Cinta ada disekitar kita.. Cinta juga ada di qalbu kita..
Wallahu a'lam.

Senin, 11 Juli 2011


dia sahabatmu, bukan robot ciptaanmu..

Add caption

bismillahirrahmanirrahim..

setelah sekian lama tidak menulis, alhamdulillah...malam ini ALLAH beri peluang seluas-luasnya kepada saya untuk mencoretkan sedikit coretan di kanvas blog kecil ini..
sebenarnya, tema ini sdah bermain-main dalam kepala saya ..
saya tertarik untuk meluahkan rasa persahabatan..
bagi saya, sahabat itu saaaaaaaangat penting dalam kehidupan, selain keluarga..

ada sebagian sahabat saya yang mengakui, kadangkala mereka mengatakan lebih mudah dan senang meluahkan apa yg ada di hati, kepada sahabat berbanding kepada keluarga sendiri..
ALLAH..besarnya nikmat berukhwah.. (tapi, jangan sampai membelakangkan keluarga ya..)

sahabat,..
kalimat itu bagi saya sangat indah untuk disebut...
kalau dulu, saya lebih suka bahasakan teman..
tapi ketika sebut sahabat, rasanya sangat mendalam ..
macam benar2 mencerminkan berukhwah la..hehe :D
tapi, suka hati kita la ingin namakan apa,..
sahabat, teman, kawan, dll..
yang penting, kita semua tau maksudnya tetap 1..kanny<3!!

persahabatan itu juga, ada yang klasifikasikan kepada bermacam2 peringkat...
contoh..teman biasa2, teman baik, teman dekat, sahabat sejati...macam2 la..hehe...
kira2, bagaimana tingkat persahabatan itu dinilai ya...??
terfikir sejenak**

tapi,..ha,..ada tapinya juga...
dalam semanis-manis bersahabat, ada juga pahit, kelat dan masamnya...
hehe..
kerap kali juga terjadi selisih faham, gaduh2, masam muka,merajuk itu ini..macam2 laa...saat itu, kebanyakan yang saya lihat,..semua pihak menyalahkan satu sama lain...mulailah timbul satu persatu keburukan sahabatnya tadi...walaupun sebelum ny terlihat baik-baik saja, ketika waktu bergaduh ini la, muncul semua kesalahan2 sahabat..
ALLAH..
suka2 hati ..saya 'kurang berkenan' dengan situasi ini..

jujur, dulu saya juga ada beberapa kali berselisih faham dengan sahabat2, dan kami berakhir dengan masing2 saling menyalahkan...
tapi, sampai satu saat,..ALLAH beri hidayah dalam hati kami,..
untuk apa kami bergaduh, bermasam muka,..
takkan dengan masalah kecil, kami ingin putuskan silaturrahim dan ukhwah yang teguh bersatu sebelum ini,?
takkan dengan masalah yang tak seberapa, kami sanggup lupakan kisah suka duka bersama sebagai sahabat...
kenapa sebelum ini, kami bisa saling menerima..tapi, kemudian...

ALLAH...

teringat saya pada kata-kata,..
"Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti dipenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.Dan dia lah naunganmu.Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa ingin kedamaian"
hebat kan kalimat itu...??
dan, hingga sekarang, saya benar2 terkesan dengan kata-kata ini...
kalau la kita bisa amalkan dan simpan perkara ini dalam hati sejak dulu,..

masalahnya,..
siapakah kita ingin tentukan sahabat kita harus jadi begini dan begitu??
siapakah kita dengan mudah membeberkan kelemahan itu dan ini yang dimiliki sahabat??
siapakah kita yyang menilai sahabat kita itu buruk, atau tidak level dan macam2 lgi?
apakah kita sudah sangat baik?
apakah kita tidak ada kelemahan?
kalau kelemahan kita sabahat bisa terima, kenapa kita sombong sampai tidak ingin terima kelemahan sahabat??

syukurlah...
setidaknya, masih ada yang sudi bersahabat dengan kita...
masih ada yang mahu jadi peneman kita hidup di dunia penuh cobaan ini..

kalau iya pun sahabat kita itu punya kelemahan yang terlihat, tugas kita ialah membimbing, bukan mengadili secara tidak adil...faham maksud saya ya..

ALLAH...

p/s: terima kasih kepada sahabat-sahabat saya yang selama ini sanggup bersama saya susah dan senang, bergelak ketawa bersama, jatuh bangun bersama...
terima kasih juga kerana menerima semua kekurangan saya dan terus bersahabat dengan saya...
kepada sahabat kecil saya dulu yos maretha sely, kepada shabat seperjuangan saya dimalaysia dlu emik rustam, kepada sahabat saya yang membawa saya kedunia da’wah wenny indriani, kepada sahabat2 tercinta saya saat ini,terima kasih sedalam2nya ku ucapkan dri lubuk hati... semoga ALLAH merahmati kalian...

"Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti dipenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.Dan dia lah naunganmu.Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa ingin kedamaian"

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.Jika dia harus tau musim surutmu, biarlah dia mengenali juga musim pasangmu.Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

"TEMAN KETAWA BAGAIKAN AIR DI DAUN KELADI WALAU TERCURAH TAK AKAN BERKESAN..TAPI SAHABAT SEJATI BAGAIKAN AIR YG MENGALIR WALAU DICINCANG TAK AKAN MUNGKIN PUTUS"

KARNA,
Persahabatan ibarat satu janji yang dibuat dalam hati, tidak dapat ditulis, tidak bisa dibaca dan takakan terpisah dengan jarak,takkan berubah oleh waktu,, sekali kita sahabat selamanya kita tetap sahabat,,,,,,,,,,,, MISS U FRIEND              (^_^)


wallahualam..

Selasa, 15 Maret 2011


Manis Bicara Seorang Guru 

Kalau seorang guru mengajar sambil duduk, Murid belajar sambil mengantuk.

Kalau seorang guru mengajar sambil actting, Murid belajar dengan tekun.

Kalau seorang guru mengajar tanpa alat, Murid belajar dengan ralat.

Kalau seorang guru mengajar banyak berbicara, ada murid yang bertambah gagap.

Kalau seorang guru menjadi pemudah cara, banyak murid pandai berbicara.

Kalau seorang guru mengajar tanpa menilai, tidak akan tahu murid yang bodoh atau pandai.

Kalau seorang guru berbudi bahasa, dikenang murid sepanjang masa...

Mengajar pada yang sudi, mendidik pada yang punya hati’..


hmmm,,,,,,,,,,,, ternyata sangatlah sulit untuk menjadi guru yang benar-benar menjiwai profesinya, , , ,

kalau orang kata ntuh jangan hanya terfokus pada satu guru saja , tapi siapapun bisa jd guru, jika kita tidak memandang siapa yang berbicara tapi dengarlah apa yang dibicarakannya,,,,,,,,, dan dengan membaca buku juga kita bisa menambah ilmu tapi jangan sampai kita menjadi murid buku,, karna itu juga tidak mengajarkan kita untuk menjadi jiwa-jiwa yang besar karna untuk ada perubahan juga ada suri tauladan yang memberi contoh yang sebenarnya dalam kehidupannya nyata,,,







Kamis, 03 Maret 2011


Mencari Sinar Dan Jati Diri Islam Di Kampus


Dunia kampus masa kini, adalah suatu bentuk alam pendidikan yang begitu ‘meriah’  karena mahasiswanya mengatur langkah menuju masa depan masing-masing. Ada yang benar-benar bertumpu kepada study yang hanya berdasarkan silabus yang diberi. Ada juga yang sering mengabaikan tanggungjawab study yang diberikan itu dan menggantikannya dengan hal-hal yang tidak berfaedah. Dan, ada juga yang menyeimbangi antara study dengan kerja serta pencarian ilmu yang lain di samping ilmu yang memang dari silabus pengkajian.

Dalam perjalanan hidup yang penuh ujian, sebaiknya para mahasiswa memanfaatkan masa remaja mereka untuk menimba ilmu sebanyak mungkin yang termampu. Tidak hanya terpaku kepada ilmu Matematika, Ekonomi, Bahasa, Sastera, Teknologi, dll.bahkan ilmu yang paling asas yang menjadi prinsip kepada kehidupan kita yaitu ilmu yang membina agama dan manhaj kehidupan insan yang sejahtera. Yang mana seterusnya dengan ilmu itulah kita dipandu untuk beramal dengan ilmu-ilmu yang lainnya.

Masyarakat, mahasiswa masa kini perlu diingatkan kembali kepada kepentingan ilmu-ilmu dan amalan-amalan berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah yang sejati. Kerana ini bukan saja akhlak dan amalan sahih Islami yang semakin menghilang, malahan prinsip aqidah Islamiyah juga semakin pudar dari dalam jiwa mahasiswa.

"Katakanlah :

"Adakah sama orang-orang Yang mengetahui dengan orang-orang Yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (az-Zumar: 9)

Subhaanallah,,,,
Marilah kita sama-sama sebagai mahasiswa memupuk jiwa Islami dengan mendalami Ilmu agama yang sejahtera yang dianjurkan di mana saja ia berada selaras dengan kemampuan kita. Bersama-sama kita berusaha mengenali kandungan al-Qur’an, as-sunnah, dan ijma’ para sahabat Rasulullah (salafus-soleh) dengan lebih baik lagi supaya kehidupan kita sebagai individu atau masyarakat muslim menjadi lebih jelas dan baik selaras dengan pemahaman yang baik yang diterima. Bersungguh-sungguhlah dalam mencari ilmu dan banyak mengadakan perbincangan ilmiah untuk menilai mana yang terbaik dengan menjadikan al-Qur’an, sunnah dan ijma’ para sahabat (salafus-soleh) sebagai asas dan landasan manhaj dalam melakukan penilaian. Bukannya mantiq dan akal. Perkiraan baik dan buruk haruslah dinilai dengan dalil naqli dan bukan-nya akal.

Bagi pihak-pihak yang bertanggungjawab, seharusnya bertindak untuk memantau keadaan ini dan berusaha mengambil inisiatif menyediakan wadah atau tempat untuk para mahasiswa mendalami perihal Islam dengan lebih baik di sekitar kampus. pengarahan dalam bentuk yang kreatif dan berfakta juga perlu diambil agar menarik generasi kampus berminat untuk kembali kepada asas-asas Islam yang tulen. Ini adalah bagi mengelakkan mereka dari terjebak kepada agenda yang lebih berbahaya oleh berbagai pihak di luar sana. Mereka perlu diberi pemahaman yang berkenaan hakikat Islam. Agar mereka mampu menilai setiap permasalahan baik dan buruk yang tertuju kepada mereka kelak. Ini adalah karena mereka merupakan kesinambungan generasi yang lebih berkualitas di masa depan.
“Dan  tidaklah sama orang Yang buta dan orang Yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang Yang beriman serta mengerjakan amal soleh dengan orang-orang Yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” (al-Mu’min: 58)

“(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan_Nya; dan supaya mereka mengetahui bahwasanya  Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa; dan agar orang-orang Yang berakal mengambil pelajaran.” (Ibrahim: 52)

“Sesungguhnya, telah ada  pada diri Rasulullah itu suri teladan Yang baik bagi mu, Iaitu bagi orang Yang  mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (al-Ahzaab: 21)

hidup MAHASISWA.
moga Allah membalas segala usaha kita.
barakallahu fikum

Sumber: Ust Hafiz


Senin, 31 Januari 2011


JANGAN MENYERAH SEBELUM BERPERANG

Bismillahirrahmanirrahim..

Suhaanallah,, sudah lama sekali saya ingin memiliki blog sendri, Alhamdulilah sekarang baru terwujud
lebih banyak masa saya habiskan berforum dan mentelaah blog-blog orang ..
menyenangkan sekali!!
macam-macam jenis blog yang saya temui..
ada yang benar-benar informative,sehingga saya jadi pusing membaca fakta-fakta yang diutarakan...(mungkin berkaitan topik yang saya kurang paham la..:)
ada juga blog tempat curahan hati...
tapi sebenarnya, saya lebih tertarik untuk membaca blog-blog yang memperkatakan pandangan penulis tentang apa yang diperhatikan sekelilingnya..
terasa saaangat 'respect'..
bagaimana mereka mengolah pandangan menjadi satu naskah pemikiran bercorak ilmuan..
Subhanallah..agungnya penciptaan akal yang KAU kurniakan..
ehmmm......ini post perdana saya,
ok2...back to the point..

*****

Tiba-tiba saya terharu memandang ibu yang begitu kuatnya menghidupkan ,mendidik ,serta mencukupkan segala kebutuhan tiga anaknya tanpa bantuan seorang suami, karna suaminya harus pulang kerahmatullah .sulit dibayangkan tapi, itulah kenyataan yang terjadi.  kita harus tetap ingat Allah tidak akan membebankan hambanya yang melebihi kesanggupannya, sesungguhnya Allah itu maha adil, maha mengetahui keatas umatnya, karna dengan keyakinan Allah senantiasa melindungi, merahmati serta meridhaai jika kita bersungguh sungguh "manjadah wajjadah"