manjdah wajjadah

Selasa, 15 Maret 2011


Manis Bicara Seorang Guru 

Kalau seorang guru mengajar sambil duduk, Murid belajar sambil mengantuk.

Kalau seorang guru mengajar sambil actting, Murid belajar dengan tekun.

Kalau seorang guru mengajar tanpa alat, Murid belajar dengan ralat.

Kalau seorang guru mengajar banyak berbicara, ada murid yang bertambah gagap.

Kalau seorang guru menjadi pemudah cara, banyak murid pandai berbicara.

Kalau seorang guru mengajar tanpa menilai, tidak akan tahu murid yang bodoh atau pandai.

Kalau seorang guru berbudi bahasa, dikenang murid sepanjang masa...

Mengajar pada yang sudi, mendidik pada yang punya hati’..


hmmm,,,,,,,,,,,, ternyata sangatlah sulit untuk menjadi guru yang benar-benar menjiwai profesinya, , , ,

kalau orang kata ntuh jangan hanya terfokus pada satu guru saja , tapi siapapun bisa jd guru, jika kita tidak memandang siapa yang berbicara tapi dengarlah apa yang dibicarakannya,,,,,,,,, dan dengan membaca buku juga kita bisa menambah ilmu tapi jangan sampai kita menjadi murid buku,, karna itu juga tidak mengajarkan kita untuk menjadi jiwa-jiwa yang besar karna untuk ada perubahan juga ada suri tauladan yang memberi contoh yang sebenarnya dalam kehidupannya nyata,,,







Kamis, 03 Maret 2011


Mencari Sinar Dan Jati Diri Islam Di Kampus


Dunia kampus masa kini, adalah suatu bentuk alam pendidikan yang begitu ‘meriah’  karena mahasiswanya mengatur langkah menuju masa depan masing-masing. Ada yang benar-benar bertumpu kepada study yang hanya berdasarkan silabus yang diberi. Ada juga yang sering mengabaikan tanggungjawab study yang diberikan itu dan menggantikannya dengan hal-hal yang tidak berfaedah. Dan, ada juga yang menyeimbangi antara study dengan kerja serta pencarian ilmu yang lain di samping ilmu yang memang dari silabus pengkajian.

Dalam perjalanan hidup yang penuh ujian, sebaiknya para mahasiswa memanfaatkan masa remaja mereka untuk menimba ilmu sebanyak mungkin yang termampu. Tidak hanya terpaku kepada ilmu Matematika, Ekonomi, Bahasa, Sastera, Teknologi, dll.bahkan ilmu yang paling asas yang menjadi prinsip kepada kehidupan kita yaitu ilmu yang membina agama dan manhaj kehidupan insan yang sejahtera. Yang mana seterusnya dengan ilmu itulah kita dipandu untuk beramal dengan ilmu-ilmu yang lainnya.

Masyarakat, mahasiswa masa kini perlu diingatkan kembali kepada kepentingan ilmu-ilmu dan amalan-amalan berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah yang sejati. Kerana ini bukan saja akhlak dan amalan sahih Islami yang semakin menghilang, malahan prinsip aqidah Islamiyah juga semakin pudar dari dalam jiwa mahasiswa.

"Katakanlah :

"Adakah sama orang-orang Yang mengetahui dengan orang-orang Yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (az-Zumar: 9)

Subhaanallah,,,,
Marilah kita sama-sama sebagai mahasiswa memupuk jiwa Islami dengan mendalami Ilmu agama yang sejahtera yang dianjurkan di mana saja ia berada selaras dengan kemampuan kita. Bersama-sama kita berusaha mengenali kandungan al-Qur’an, as-sunnah, dan ijma’ para sahabat Rasulullah (salafus-soleh) dengan lebih baik lagi supaya kehidupan kita sebagai individu atau masyarakat muslim menjadi lebih jelas dan baik selaras dengan pemahaman yang baik yang diterima. Bersungguh-sungguhlah dalam mencari ilmu dan banyak mengadakan perbincangan ilmiah untuk menilai mana yang terbaik dengan menjadikan al-Qur’an, sunnah dan ijma’ para sahabat (salafus-soleh) sebagai asas dan landasan manhaj dalam melakukan penilaian. Bukannya mantiq dan akal. Perkiraan baik dan buruk haruslah dinilai dengan dalil naqli dan bukan-nya akal.

Bagi pihak-pihak yang bertanggungjawab, seharusnya bertindak untuk memantau keadaan ini dan berusaha mengambil inisiatif menyediakan wadah atau tempat untuk para mahasiswa mendalami perihal Islam dengan lebih baik di sekitar kampus. pengarahan dalam bentuk yang kreatif dan berfakta juga perlu diambil agar menarik generasi kampus berminat untuk kembali kepada asas-asas Islam yang tulen. Ini adalah bagi mengelakkan mereka dari terjebak kepada agenda yang lebih berbahaya oleh berbagai pihak di luar sana. Mereka perlu diberi pemahaman yang berkenaan hakikat Islam. Agar mereka mampu menilai setiap permasalahan baik dan buruk yang tertuju kepada mereka kelak. Ini adalah karena mereka merupakan kesinambungan generasi yang lebih berkualitas di masa depan.
“Dan  tidaklah sama orang Yang buta dan orang Yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang Yang beriman serta mengerjakan amal soleh dengan orang-orang Yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” (al-Mu’min: 58)

“(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan_Nya; dan supaya mereka mengetahui bahwasanya  Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa; dan agar orang-orang Yang berakal mengambil pelajaran.” (Ibrahim: 52)

“Sesungguhnya, telah ada  pada diri Rasulullah itu suri teladan Yang baik bagi mu, Iaitu bagi orang Yang  mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (al-Ahzaab: 21)

hidup MAHASISWA.
moga Allah membalas segala usaha kita.
barakallahu fikum

Sumber: Ust Hafiz