Mencari Sinar Dan Jati Diri Islam Di Kampus
Dunia kampus masa kini, adalah suatu bentuk alam pendidikan yang begitu
‘meriah’ karena mahasiswanya mengatur
langkah menuju masa depan masing-masing. Ada yang benar-benar bertumpu kepada study
yang hanya berdasarkan silabus yang diberi. Ada juga yang sering mengabaikan
tanggungjawab study yang diberikan itu dan menggantikannya dengan
hal-hal yang tidak berfaedah. Dan, ada juga yang menyeimbangi antara study
dengan kerja serta pencarian ilmu yang lain di samping ilmu yang memang dari
silabus pengkajian.
Dalam perjalanan hidup yang penuh ujian, sebaiknya para mahasiswa memanfaatkan masa remaja mereka untuk menimba ilmu sebanyak mungkin yang termampu. Tidak hanya terpaku kepada ilmu Matematika, Ekonomi, Bahasa, Sastera, Teknologi, dll.bahkan ilmu yang paling asas yang menjadi prinsip kepada kehidupan kita yaitu ilmu yang membina agama dan manhaj kehidupan insan yang sejahtera. Yang mana seterusnya dengan ilmu itulah kita dipandu untuk beramal dengan ilmu-ilmu yang lainnya.
Masyarakat, mahasiswa masa kini perlu diingatkan kembali kepada kepentingan ilmu-ilmu dan amalan-amalan berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah yang sejati. Kerana ini bukan saja akhlak dan amalan sahih Islami yang semakin menghilang, malahan prinsip aqidah Islamiyah juga semakin pudar dari dalam jiwa mahasiswa.
"Katakanlah :
"Adakah sama orang-orang Yang mengetahui dengan orang-orang Yang tidak
mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima
pelajaran.” (az-Zumar: 9)
Marilah kita sama-sama sebagai mahasiswa
memupuk jiwa Islami dengan mendalami Ilmu agama yang sejahtera yang dianjurkan
di mana saja ia berada selaras dengan kemampuan kita. Bersama-sama kita
berusaha mengenali kandungan al-Qur’an, as-sunnah, dan ijma’ para sahabat
Rasulullah (salafus-soleh) dengan lebih baik lagi supaya kehidupan kita sebagai
individu atau masyarakat muslim menjadi lebih jelas dan baik selaras dengan
pemahaman yang baik yang diterima. Bersungguh-sungguhlah dalam mencari ilmu dan
banyak mengadakan perbincangan ilmiah untuk menilai mana yang terbaik dengan
menjadikan al-Qur’an, sunnah dan ijma’ para sahabat (salafus-soleh) sebagai
asas dan landasan manhaj dalam melakukan penilaian. Bukannya mantiq dan akal.
Perkiraan baik dan buruk haruslah dinilai dengan dalil naqli dan bukan-nya
akal.
Bagi pihak-pihak yang bertanggungjawab, seharusnya bertindak untuk memantau keadaan ini dan berusaha mengambil inisiatif menyediakan wadah atau tempat untuk para mahasiswa mendalami perihal Islam dengan lebih baik di sekitar kampus. pengarahan dalam bentuk yang kreatif dan berfakta juga perlu diambil agar menarik generasi kampus berminat untuk kembali kepada asas-asas Islam yang tulen. Ini adalah bagi mengelakkan mereka dari terjebak kepada agenda yang lebih berbahaya oleh berbagai pihak di luar sana. Mereka perlu diberi pemahaman yang berkenaan hakikat Islam. Agar mereka mampu menilai setiap permasalahan baik dan buruk yang tertuju kepada mereka kelak. Ini adalah karena mereka merupakan kesinambungan generasi yang lebih berkualitas di masa depan.
Bagi pihak-pihak yang bertanggungjawab, seharusnya bertindak untuk memantau keadaan ini dan berusaha mengambil inisiatif menyediakan wadah atau tempat untuk para mahasiswa mendalami perihal Islam dengan lebih baik di sekitar kampus. pengarahan dalam bentuk yang kreatif dan berfakta juga perlu diambil agar menarik generasi kampus berminat untuk kembali kepada asas-asas Islam yang tulen. Ini adalah bagi mengelakkan mereka dari terjebak kepada agenda yang lebih berbahaya oleh berbagai pihak di luar sana. Mereka perlu diberi pemahaman yang berkenaan hakikat Islam. Agar mereka mampu menilai setiap permasalahan baik dan buruk yang tertuju kepada mereka kelak. Ini adalah karena mereka merupakan kesinambungan generasi yang lebih berkualitas di masa depan.
“Dan tidaklah sama orang Yang buta
dan orang Yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang Yang beriman serta
mengerjakan amal soleh dengan orang-orang Yang durhaka. Sedikit sekali kamu
mengambil pelajaran.” (al-Mu’min: 58)
“(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya
mereka diberi peringatan dengan_Nya; dan supaya mereka mengetahui
bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha
Esa; dan agar orang-orang Yang berakal mengambil pelajaran.” (Ibrahim: 52)
“Sesungguhnya, telah ada pada diri
Rasulullah itu suri teladan Yang baik bagi mu, Iaitu bagi orang Yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (al-Ahzaab: 21)
Sumber: Ust Hafiz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar